Kondisi kita hari ini adalah cerminan dari kebiasaan kita dimasa
lalu. Mari kita evaluasi apakah kebiasaan-kebiasaan kita hari ini. Karena
kebiasaan-kebiasaan kita hari ini menentukan masa depan kita. Kalo kebiasaan
kita hari ini mengarahkan pada sukses, bagus lanjutkan. Namun sebaliknya kalo malah
makin menjauhkan kita dari sukses tinggalkan.
Secara fisik kita ini manusia, tapi mohon maaf secara esensi
bisa jadi kita adalah makhluk yang bertanduk, berekor , berkaki empat,
makananya rumput-rumputan (kambing). Cuma bisa jadi generasi pengekor, bisanya ikut-ikutan
kesana kemari begini begitu dst sebab tidak
punya tujuan. Hidup perlu perubahan, tentukan & fokuslah pada tujuan Anda jangan
terpengaruh keadaan. Sebesar apapun masalah yang Anda hadapi dikemudian hari,
belajarlah untuk tidak menyalahkan siapapun kecuali melihat kekurangan diri
& memperbaikinya.
Kalo Anda berpikir bisa maka Anda benar, Anda bisa. Kalo
Anda berpikir tidak bisa, Anda juga benar Anda tidak bisa. Karena Allah sesuai
prasangka hamba-Nya. Maka dari itu penting bagi kita untuk merubah pola pikir
kita, sebab berawal dari apa-apa yang kita pikirkan inilah, akan menghasilkan
ucapan. Dari ucapan-ucapan yang kita keluarkan menghasilkan tindakan. Dari
tindakan-tindakan yang kita lakukan menghasilkan kebiasaan. Dari
kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan menghasilkan karakter diri kita yang menentukan
sukses tidaknya kita dimasa depan.
Salah satu cara untuk merubah pola pikir kita adalah dengan
merubah cara pandang hidup kita. Masalah bisa menjadi masalah atau berkah
tergantung dari cara kita memandang, mensikapi masalah tersebut. Untuk merubah
cara pandang hidup agar menghasilkan pikiran yang selalu positif dalam
mensikapi apapun, kita bisa belajar dari lalat dan lebah.
Lalat walaupun berada dalam lingkungan indah taman bunga yang
sangat luas sekalipun , lalat akan tetap mencari segenggam sampah karena lalat
suka dengan tempat yang busuk dan kotor. Sedangkan lebah walaupun di tempat sampah
luas yang busuk kotor sekalipun akan tetap mencari setangkai bunga yang wangi.
Pelajaran yang bisa kita ambil yakni cara pandang hidup dengan mata lalat
selalu mencari keburukan walaupun disekelilingnya banyak kebaikan.
Dengan mata lalat kita melihat keburukan terus, tertutup mata hati kita untuk
melihat kebaikan atau sisi positif dari kondisi apapun yang dihadapinya. Selalu
mengeluh & kurang bersyukur.
Sedangkan dengan mata lebah pasti kita akan selalu mencari kebaikan
/ sisi positif pada seburuk-buruknya kondisi. Kita akan melihat dengan penuh
optimis, menatap orang lain dengan sejuk & senantiasa bersyukur kepada
Allah dalam setiap keadaan. Orang lain
boleh berpikir buruk / negative pada kita tapi jangan sampai kita berpikir
negative / buruk pada mereka.
![]() |
| Sumber Grup Manis |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar