Sabtu, 30 Januari 2016

Pantaskan diri sebagai Manager yang Unggul



Buat temen-temen yang saat ini sama seperti saya, masih duduk di bangku kuliah Magister Manajemen pasti kita semua tau salah satu tujuan Program Magister Manejemen ini yakni untuk mempersiapkan mahasiswa mahasiswi dalam mengembangkan diri menjadi Manager dan pemimpin perubahan, sebagai pelopor dalam mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan manajemen secara terintegrasi dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral serta etika bisnis.
Sumber Materi Kuliah Dr. Endang Ruswanti, MM


Bersyukur buat temen-temen yang saat ini sudah menjadi Manager bagi yang belum jangan berkecil hati, mari sama-sama kita terus belajar pantaskan diri menjadi seorang Manager yang Unggul.  "Tetaplah lapar. Tetaplah merasa bodoh (Steve Jobs)". Teruslah belajar dalam kehidupan ini. Jangan pernah berhenti belajar, sebab ketika kita berhenti belajar, ketika itulah kita berhenti bertumbuh. Saat kita berhenti bertumbuh, itulah tanda-tanda kita akan gagal. Orang-orang sukses justru adalah orang-orang yang tidak pernah berhenti belajar. Jika Anda berpikir saat ini Anda sudah baik, Anda sudah mati. Karena keberhasilan dimasa lalu tidak memiliki implikasi untuk sukses di masa depan (Michael Hammer)”.

Umumnya kompetensi yang harus dimiliki seorang Manager ada dua yakni kompetensi yang sifatnya teknis dan kompetensi yang sifatnya behavioral (soft).  Saya yakin temen-temen semua sudah dapatkan kompetensi-kompetensi ini sepanjang perjalanan kuliah Program Sarjana (S1) dan Program Magister Manjemen (S2). Dalam kesempatan kali ini saya hanya akan sedikit sharing sebuah kompetensi yang sifatnya behavioral (soft) dari  rekan saya Mahasiswa Magister Hukum disalah satu kampus ternama di Tangerang, beliau menjadi Manager sebuah organisasi serikat  pekerja Perusahaan FCMG Multi Nasional di Tangerang. 

Pesan beliau yang dapat saya rangkum yakni , sebagai Manager  harap selalu diingat orientasinya jangan hanya target out put produksi saja. Karena mitra kerja kita adalah ‘Human’ bukan ‘Resources’, mereka bisa membedakan mana komunikasi yang memanipulasi dan mana yang secara jujur terbuka dilakukan. Untuk itu sebagai Manager / Pemimpin hendaknya  Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.  

Ing Ngarso Sung Tulodho artinya menjadi seorang Manager bisa menjadi suri teladan / panutan yang baik bagi mitra kerjanya. Karena suatu hal yang mustahil sebuah Culture di Perusahaan dapat berubah kearah yang lebih baik kalo dari tingkatan Managernya tidak menjadi suri teladannya. Ing Madyo Mangun Karso artinya ditengah kesibukannya, Manager harus mampu membangkitkan semangat mitra kerjanya dengan inovasi-inovasi yang  membuat susana kerja lebih kondusif untuk keamanan dan kenyamanan kerja. Karena tidak sedikit mitra kerja yang produktivitas kinerjanya kurang baik bukan karena besarnya gaji melainkan karena tidak ada keamanan dan kenyamanan dalam bekerja.  Sedangkan Tut Wuri Handayani adalah seorang Manager harus memberikan dorongan moral dan motivasi dari belakang agar mitra kerjanya berprestasi dan dapat mencapai tujuannya yakni bahagia sukses dunia akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar