Buat temen-temen yang saat ini sama seperti saya, masih
duduk di bangku kuliah Magister Manajemen pasti kita semua tau salah satu
tujuan Program Magister Manejemen ini yakni untuk mempersiapkan mahasiswa mahasiswi dalam
mengembangkan diri menjadi Manager dan pemimpin perubahan, sebagai pelopor
dalam mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan manajemen secara
terintegrasi dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral serta etika
bisnis.
![]() |
| Sumber Materi Kuliah Dr. Endang Ruswanti, MM |
Bersyukur buat temen-temen yang saat ini sudah
menjadi Manager bagi yang belum jangan berkecil hati, mari sama-sama kita terus
belajar pantaskan diri menjadi seorang Manager yang Unggul. "Tetaplah lapar. Tetaplah merasa
bodoh (Steve Jobs)". Teruslah belajar dalam kehidupan ini. Jangan pernah
berhenti belajar, sebab ketika kita berhenti belajar, ketika itulah kita
berhenti bertumbuh. Saat kita berhenti bertumbuh, itulah tanda-tanda kita akan
gagal. Orang-orang sukses justru adalah orang-orang yang tidak pernah berhenti
belajar. “Jika Anda berpikir saat ini Anda sudah baik, Anda sudah mati. Karena keberhasilan dimasa lalu tidak memiliki implikasi untuk
sukses di masa depan (Michael Hammer)”.
Umumnya kompetensi yang harus dimiliki seorang Manager ada
dua yakni kompetensi yang sifatnya teknis dan kompetensi yang sifatnya behavioral (soft). Saya yakin
temen-temen semua sudah dapatkan kompetensi-kompetensi ini sepanjang perjalanan
kuliah Program Sarjana (S1) dan Program Magister Manjemen (S2). Dalam
kesempatan kali ini saya hanya akan sedikit sharing
sebuah kompetensi yang sifatnya behavioral
(soft) dari rekan saya Mahasiswa Magister Hukum disalah
satu kampus ternama di Tangerang, beliau menjadi Manager sebuah organisasi serikat
pekerja Perusahaan FCMG Multi Nasional
di Tangerang.
Pesan beliau yang dapat saya rangkum yakni , sebagai Manager
harap selalu diingat orientasinya jangan hanya
target out put produksi saja. Karena
mitra kerja kita adalah ‘Human’ bukan
‘Resources’, mereka bisa membedakan
mana komunikasi yang memanipulasi dan mana yang secara jujur terbuka dilakukan.
Untuk itu sebagai Manager / Pemimpin hendaknya
Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing
Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.
Ing Ngarso Sung Tulodho artinya menjadi seorang Manager bisa
menjadi suri teladan / panutan yang baik bagi mitra kerjanya. Karena suatu hal yang
mustahil sebuah Culture di
Perusahaan dapat berubah kearah yang lebih baik kalo dari tingkatan Managernya
tidak menjadi suri teladannya. Ing Madyo Mangun
Karso artinya ditengah kesibukannya, Manager harus mampu membangkitkan semangat
mitra kerjanya dengan inovasi-inovasi yang membuat susana kerja lebih kondusif untuk
keamanan dan kenyamanan kerja. Karena tidak sedikit mitra kerja yang produktivitas
kinerjanya kurang baik bukan karena besarnya gaji melainkan karena tidak ada
keamanan dan kenyamanan dalam bekerja.
Sedangkan Tut Wuri Handayani
adalah seorang Manager harus memberikan dorongan moral dan motivasi dari
belakang agar mitra kerjanya berprestasi dan dapat mencapai tujuannya yakni
bahagia sukses dunia akhirat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar