Sabtu, 06 Februari 2016

Strategi untuk mengelola perubahan yang lebih baik



Kita harus menerima kenyataan bahwa setiap saat kita akan mengalami perubahan, karena hidup selalu berubah - ubah. Kita tidak perlu nunggu hebat untuk berubah tetapi kita perlu berubah untuk mejadi hebat. Syaratnya agar perubahan itu tercapai yakni jangan tunda, begitu tau ilmunya segeralah ambil tindakan (strategy in action). Kalo kita sudah merasa baik dan kita tidak mau berubah, sama saja kita sudah mati. Karena keberhasilan yang kita capai dimasa lalu itu tidak ada implikasinya untuk sukses kita dimasa depan (Michael Hammer).

Umumnya pendidikan kita dari balita sampai sarjana membentuk kita jadi pribadi dengan  pola pikir otak kiri, sehingga kita jadi penakut untuk melakukan perubahan.  Mari kita belajar  ikuti pola pikir otak kanan yang fleksibel, luwes / cepat menyesuaikan diri. Contohnya misalkan kita mau bisnis salon ya tinggal buka aja salon, mohon maaf ga perlu nunggu kita jadi bencong dulu baru buka salon. 

Contoh lain Kita mau nikah, ya udah nikah aja. Ga perlu menunda nunggu ada pengalaman dulu baru nikah. Nikah ga perlu pengalaman, ga bakal diminta sama calon istri harus berpengalaman. Otak kiri bilang mapan dulu baru nikah, otak kanan nikah dulu pasti mapan kemudian. Bagi orang yang muslim otak kiri bilang kaya dulu baru sedekah, otak kanan sedekah yang ekstrim bikin jantung deg-degan, mata nangis maka kita kaya kemudian. Otak kiri sedekah ekstrim bikin miskin karena berkurang hartanya (10-5 = 5), otak kanan sedekah ekstrim bikin kaya (10-5= 15). Saya yakin banyak muslim yang tau ilmunya? Tapi yang segera ambil tindakan untuk perubahan yang lebih baik?

Jadi jangan tanggung-tanggung kita harus punya cita-cita yang besar, target, tujuan yang besar. Kita kan percaya Allah Yang Maha Kaya, bukan sesuatu yang sulit buat Allah kasih sesuatu  ke kita. Tinggal kitanya mau tidak segera ambil tindakan untuk berubah lebih baik, niatkan dan segera action dari yang kita bisa sembari pantaskan diri dengan ilmunya.  Dan tentunya kita perlu sacrifice spirit (semangat pengorbanan) untuk mencapai cita-cita, target, tujuan besar kita.

Bagi yang hobi mancing pasti tau nih biar mancingnya dapat ikan paus kita perlu umpan mancing yang besar pula, masa mau dapat ikan paus umpanya cacing sawah. Kita bisa belajar sacrifice spirit dari Elang, untuk bertahan hidup lebih baik sampe umur 70 tahunan. Elang melakukan sacrifice spirit pada umur 40 tahun dengan mematuk-matuk paruhnya ke batu sampai lepas. Setelah tumbuh paruh baru Elang mencabuti semua kukunya yang tua dengan paruhnya. Setelah kukunya tumbuh, Elang mencabuti bulu-bulunya yang tua dan tebal. Setelah tumbuh bulu barunya Elang bisa bertahan hidup untuk usia 30 tahun lagi. Proses perubahan yang dilakukan Elang ini butuh waktu 5 bulan di atas gunung yang tinggi.

sumber materi kuliah perilaku organisasi

Harusnya kita malu, Elang yang ga punya akal bisa melakukan perubahan untuk lebih baik buat masa depanya.  Kita manusia yang punya akal harusnya lebih baik dari Elang. Semangat kawan, tentukan cita-cita, target, tujuan besar kita dan segeralah ambil tindakan jangan menundanya karena perubahan tidak akan datang jika kita pasrah aja, menunggu / berharap pada sesorang atau ada kesempatan di lain waktu (managing by hope), lakukan sekarang mulai dari yang kita bisa. Jangan nunggu kita ancur dulu, di PHK dari tempat kerja baru ambil tindakan perubahan (managing by extrapolation). Jangan nunggu kita ada masalah, misalkan nilai kuliah kurang baik baru ambil tindakan (managing by crisis). Jangan pula karena seseorang kita baru ambil tindakan, misal pimpinan kerja galak kita resign (managing by subjectives).

Bijaklah segera ambil tindakan perubahan yang lebih baik mulai dari sekarang, fokus pada cita - cita, target, tujuan besar kita dimasa depan (manage change by objectives) yang bermanfaat pula untuk orang lain karena sebaik-baik orang adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain. Salam sukses bahagia selalu.

1 komentar: