Tampilkan postingan dengan label management. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label management. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Maret 2016

Strategic Management to Achieve Goals



Manajemen strategis adalah  ilmu dan seni dalam merumuskan (formulation), menerapkan (implementation) dan mengevaluasi (evaluation) keputusan lintas fungsional yang memungkinkan suatu organisasi untuk mencapai tujuanya. Manajemen strategis menyangkut semua hal dalam memperoleh dan mempertahankan keunggulan kompetitif (persaingan) organisasi, yang mengadopsi perubahan untuk mengefektifkan strategi formulasi, impementasi dan evaluasi yang memanfaatkan perubahan. 

Strategic Mangement Process

Proses management strategis sesuai dengan definisi diatas dibagi menjadi tiga hal yakni strategi formulasi, implementasi dan evaluasi. Strategy formulation meliputi pengembangan visi misi organisasi, mengukur kekuatan dan kelemahan internal organisasi, mengidentifikasi peluang dan ancaman dari eksternal organisasi, menetapkan tujuan jangka panjang organisasi, menimbang strategi alternatif lain dan memilih strategi khusus dalam kasus tertentu.

Kedua strategy implementation merupakan pelaksanaan / penerapan dari strategy formulation yang telah ditetapkan. Dalam pengimplementasian ini sebuah organisasi harus menetapkan tujuan / sasaran tahunan organisasi, menyusun kebijakan organisasi, menyiapkan anggarannya, memanfaatkan system informasi dan mengalokasikan sumber daya dengan baik agar strategi bisa dijalankan. Penting sekali selain hal tersebut di atas organisasi wajib memotivasi para karyawan dan mampu meng create budaya yang mendukung pengembangan organisasi untuk mencapai tujuaanya karena sebaik apapun strategi dan system yang diformulasikan kalo karyawannya ga bener sulit bagi sebuah organisasi dapat mengimplementasikan dan berhasil mencapai tujuanya. 

Terakhir strategy evaluation meliputi tiga hal penting yakni revieuw factor internal dan eksternal yang merupakan dasar bagi setiap strategi yang sedang dijalankan. Mengukur kinerja yang sudah dijalankan dan mengambil tindakan perbaikan bila terjadi ketidak sesuaian. Strategy evaluation adalah tahap akhir dari management strategy yang berkesinambungan, karena seluruh strategy yang telah dirumuskan dan dijalankan akan terus dievaluasi dan dimodifikasi seiring berjalannya waktu mengikuti perubahan. Kalo kita berpikir organisasi sudah baik, ga perlu ada perubahan sama saja organisasi tersebut sudah mati, karena keberhasilan dimasa lalu tidak memiliki implikasi untuk suskses dimasa depan. Sekian semoga bermanfaat. Sumber materi kuliah Strategic  Management, Semerdanta Pusaka, DBA, alumni DLSU, Filipina.

Sabtu, 13 Februari 2016

Critical issues in evaluation to achieve goals



Seiring berjalannya waktu sebuah organisasi maupun individu dalam meraih goalsnya pasti banyak sekali menemui masalah-masalah yang menghambatnya. Sejauh ilmu yang saya pahami dari mata kuliah management strategy ada tujuh isu penting dalam mereview goals,  salah satunya yang mau sharing kan yakni tentang  the tipping point  (primary issue).  
 
Contoh sebuah kasus dalam perusahaan kelapa sawit, seharusnya semakin bertambah umur tanaman sawit maka semakin banyak pula hasil panen kelapa sawitnya dan begitu juga hasil produksi utama minyak kelapa sawit dan produk turunan dari minyak kelapa sawit tersebut seharusnya naik pula. Namun realitasnya malah sebaliknya setiap tahun hasil panen kelapa sawit turun terus, sehingga hasil produksi utama dan turunan perusahaan kelapa sawit tersebut juga turun.

Selidik punya selidik primary issue yang bikin hasil panen kelapa sawit menurun salah satu penyebabnya yakni para petani plasma kelapa sawit setiap anaknya mau masuk sekolah SLTA maka petani – petani ini pindah ke daerah lain yang ada sekolah SLTA nya. Karena di daerah petani plasma bertani ini tidak ada sekolah SLTA. Sehingga pantas hasil panen kelapa sawitnya menurun terus karena petaninya berkurang satau persatu pindah ke daerah lain mendampingi anaknya sekolah SLTA. Solusinya untuk masalah ini perusahaan harus mau mendirikan sekolah SLTA di daerah para petani plasma tersebut sehingga mereka ga pindah kedaerah lain lagi klo anaknya mau sekolah SLTA. 

Kenapa perusahaan kelapa sawit disitu harus mendirikan sekolah SLTA dari pada meng hire petani plasma yang baru lagi. Alasanya selain cost nya lebih besar untuk meng hire petani plasma baru lagi, hal ini juga tidak efektif sebab petani-petani plasma yang lain pasti nyusul pindah ke daerah lain pula ketika anaknya mau sekolah SLTA karena ga ada sekolahan SLTA disitu.  Jadi solusinya dirikan sekolah SLTA didaerah tersebut sehingga petani-petani plasma tidak pergi keluar daerah lagi dan dampak lain dapat menarik petani-petani plasma didaerah lain pindah kesini pula karena ada sekolah SLTA nya sehingga kuantitas dan kualitas hasil panen kelapa sawit bisa semakin membaik.  Begitu kurang lebih gambaranya tentang the tipping point (primary issue) dalam mereview dan menyelesaikan sebuah permasalahan di perusahaan.

Sedangkan aplikasinya the tipping point (primary issue) untuk evaluasi goals individu menurut saya cukup sederhana dan mudah dilakukan, tinggal kitanya mau atau tidak melakukan. Secara garis besar goals tiap orang / individu dalam hidup ini, siang malam bekerja, berangkat pagi pulang pagi adalah untuk mencapai kebahagiaan (bahagia dunia dan akhirat). Adapun primary issue yang buat orang tidak bahagia dalam mencapai goalsnya yakni tidak bersyukur dengan apa yang ada / dimiliki sekarang. Mereka cenderung membanding-bandingkan dirinya dengan kehidupan sekeliling  yang menurut penglihatannya lebih baik, lebih enak dibandingkan dirinya.Padahal belum tentu benar dugaanya orang yang dijadikan benchmark itu lebih bahagia hidupnya ketimbang dirinya.  

Akibatnya ya jadi tidak bersyukur, buta mata karena keinginan-keinginannya yang dibandingkan dengan  orang lain tidak bisa / belum tercapai sementara umur makin hari makin tua. Stress hidupnya, ekpresinya tidak sedikit yang melakukan tindakan-tindakan yang tidak bermoral dan tidak beretika sebagai wujud kekecewaanya dalam meraih goalsnya. Misalnya sekolah ga bener, kuliah ga bener, kerja ga bener, perilaku keseharian ga bener / menyimpang, LGBT, mabuk-mabukan, maling, korupsi, judi dsb. Bahkan tidak sedikit pula yang cari penyelesaian jalan pintas dengan mengahiri hidupnya / bunuh diri. 

 bersyukur

Kesimpulanya the tipping point (primary issue) dalam mencapai goals kebahagiaan dalam hidup ini adalah bersyukur dengan apa yang kita miliki / capai sekarang, karena dengan bersyukur hidup jadi lebih indah dan berkah.  Dan dengan bersyukur Allah yang jamin akan menambah nikmat kita. Kerjakan apapun tanpa berharap apapun dengan sebaik mungkin jangan pikirkan imbalanya, karena imbalan pasti akan datang dengan sendirinya. Mari kita berusaha lebih giat dan cermat untuk mencapai goals kita dengan strategi yang positif, insya Allah hasilnya pun positif. Apa yang kita tanam itulah yang kan kita tuai. Salam sukses, bahagia, sehat selalu.

Jumat, 01 Januari 2016

Raih masa depan gemilang dengan manajemen



Dengan management diri yang baik, mungkin tidak akan ada lagi masa depan suram, perceraian, pertengkaran dalam rumah tangga dan berbagai masalah komplek lainya dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya belum semua orang tau management,  bahkan banyak  mahasiswa mahasiswi yang kuliah management belum bisa mengaplikasin ilmunya dengan baik. Contoh hal kecil masalah disiplin waktu, perhatikan aja baik dari mahasiwa mahasiswi mapun dosen management, masih sering  langganan telat masuk kelas, tidak ontime dalam kegiatan perkuliahan. Maklum mahasiswa mahasiswi & Dosen TELATdan……. (alasanya banyak).

Menurut saya kalo kita semua sungguh-sungguh menerapkan ilmu management insya Allah semua bisa disiplin baik waktu maupun aktivitas-aktivitas  yang lain dalam kehidupan sehari-hari. Adapun pengertian management secara singkat dari materi kuliah yang saya dapatkan di bangku kuliah management adalah POAC (Planning, Organising, Actuating, Controling ). POAC inilah yang mestinya bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk  mencapai sukses di masa depan, sesuai dengan visi / cita-cita yang kita harapkan.



Perbedaan sangat jelas bagi orang yang menerapkan POAC dengan yang  tidak. Bagi yang tidak menerapkan POAC indikatornya antara lain mudah dipengaruhi dengan sesuatu yang negative baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar. Contoh kecil tawuran mahasiswa, orang tua susah payah besarkan dari bayi gedenya malah mati sia-sia. Kenapa begini, diantaranya karena mereka tidak menerapkan POAC dalam kehidupannya. Kalo mereka mem-POAC sebaik mungkin dirinya maka sukses di masa depan yang mereka tetapkan insya Allah bisa tercapai. Hidup dijalani penuh arti, maaf tidak seperti kuning-kuning yang mengambang di kali, yang mudah terombang ambing kemana-mana, ada juga yang stag masuk septi tank.

Terus bagaimana caranya agar kita bisa sukses dimasa depan dengan management? Caranya yakni dengan menerapkan POAC dalam kehidupan kita sehari-hari, Langkah pertama kita bikin Planning untuk diri kita. Visi kita, What believe we can be, cita-cita kita, mau jadi apa kita dalam jangka waktu berapa tahun ke depan.  Misi kita, What we believe we can do, apa saja  yang harus kita lakukan untuk mencapai visi yang sudah kita tetapkan. Jujur saya dulu juga tidak kepikiran kuliah, lulus sekolah SMK Teknik Audio Video langsung kerja melalang buana ke luar daerah. Dulu waktu  saya kerja pasang panel  katodik untuk mencegah korosi pada pipa gas Pertamina di pedalaman Palembang , saya pernah dinasehatin oleh seseorang Bos saat ngobrol-ngobrol santai di warung.

Waktu itu ada 3 orang tentara yang siang bolong, panas terik lari-lari muteriin kawasan Pertamina pedalaman Palembang itu, dalam hati saya kuat amat ini tentara siang bolong muterin kawasan hehe… mungkin lagi patroli siang. Kembali ke topic ya, jadi pas tentara-tentara yang lari-lari siang bolong panas terik  itu lewat beliau nasehatin saya, Kamu kenapa tidak kuliah lagi, sayang masih muda masa depan masih panjang. Mendingan kamu kuliah lagi, kalo ga kuliah kamu stagnan ga akan berubah begini aja terus jadi kuli. Lihat Bos-Bos itu kerjanya kaya gitu doang, kamu jungkir balik kalah jauh dengan Bos-Bos itu mereka gajinya Dolar. Kalo kamu kuliah mungkin kamu bisa dapat yang lebih baik dari mereka. Baca artikel selanjutanya